Sports Arena – Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan kepada tiga atlet muda PB Djarum yaitu Radithya Bayu Wardhana, Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti atas torehan prestasi mereka di panggung World Junior Championships 2026. Ketiganya berhasil meraih medali emas bagi Indonesia di turnamen Grade 1 BWF tersebut.
Selain itu, prestasi para atlet PB Djarum ini juga lepas dari peran tim kepelatihan yang telah mengarahkan taktik serta strategi sehingga para pemain meraih hasil optimal. Atas catatan gemilang tersebut, para atlet dan tim kepelatihan mendapatkan bonus dengan nilai total sebesar Rp 200 Juta.
Di nomor kejuaraan individu (Eye Level Cup) World Junior Championships 2026, Radithya Bayu Wardhana berhasil menapaki podium tertinggi usai melakoni All Indonesian Final di nomor tunggal melawan Fardhan Rainanda Joe lewat rubber game 15-9,11-15,15-8. Sementara itu, kejutan juga dihadirkan oleh campuran ganda Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti yang berhasil mengalahkan pasangan China Feng Yi Lang/Li Meng Han setelah drama tiga gim 17-15,8-15,16-14.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, memberikan apresiasi kepada para atlet muda PB Djarum yang berjuang keras demi kejayaan Indonesia di panggung dunia. Ia berharap, kemenangan ini dapat menjadi pelecut motivasi dan bekal yang positif sebelum melangkah ke jenjang senior hingga akhirnya menjadi pebulutangkis elite dunia.
“Selamat kepada para atlet PB Djarum yang telah membuktikan diri di panggung dunia. Saya berharap, gelar juara ini dapat menjadi pelecut motivasi para atlet junior untuk dapat mencetak prestasi lebih tinggi lagi dan juga menjadi modal penting terutama ketika nanti melangkah ke jenjang senior, karena di level kompetisi senior menjadi yang terbaik di dunia akan semakin ketat,” tutur Yoppy.
Selain itu, kemenangan ini diakui Yoppy memacu semangat PB Djarum dalam upaya menemukan bibit-bibit pebulutangkis berkualitas dari berbagai penjuru Indonesia. Pasalnya, para juara WJC 2026 yaitu Radithya Bayu Wardhana dan Dian Ramadhani Mukti merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum, sebuah program seleksi bagi atlet muda yang sudah dijalankan sejak dua dekade lalu.
“Kemenangan ini juga merupakan bukti bahwa proses pelatihan yang kami bangun harus dimulai sejak dini. Kami bersyukur, dua dari tiga atlet PB Djarum yang juara di WJC 2026 merupakan lulusan Audisi Umum PB Djarum. Ini menunjukkan bahwa Audisi Umum bukan pintu masuk bergabung dengan PB Djarum, tetapi gerbang untuk menjadi pebulutangkis dunia. Ke depan, kami akan terus Audisi Umum agar regenerasi terus berjalan dan Indonesia selalu melahirkan pahlawan bulutangkis di masa mendatang,” Yoppy menjelaskan.
Sementara itu, kemenangan Radithya di World Junior Championships 2026 ini sangat mengecewakan. Ini adalah kali pertama pebulutangkis kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau itu mengambil bagian dalam kejuaraan dunia junior. Tak disangka, sebagai debutan, ia justru pulang membawa medali emas. “Ini pertama kali saya mengikuti World Junior Championships dan alhamdulillahnya saya bisa jadi juara. Saya masih merasa ini mimpi, apalagi lawan di final juga tidak mudah, intens sekali,” tutur Radithya.
Bukan sebab tanpa Radithya bertutur bahwa melawan Fardhan di Ketika melakoni All Indonesian Final cukup berat. Lulusan Audisi Umum PB Djarum tahun 2018 itu sempat mengalami kekalahan ketika jumpa Fardhan di beberapa turnamen sebelumnya. “Tapi karena pernah bertemu di turnamen lainnya, saya berusaha mempelajari permainan dia dan juga bersiap bermain hingga tiga gim. Alhamdulillah, meski di game kedua sempat kehilangan fokus, tapi saya bisa memperpanjang keadaan di game ketiga dan bisa juara,” tandas dia. Ia pun berharap, kemenangan ini dapat menjadi pijakan untuk memperoleh prestasi yang lebih tinggi lagi.
Selaras dengan Radithya, ganda campuran Luthfi/Dian menyatakan perjuangan panjang dan melelahkan di panggung BWF World Junior Championships 2026 akhirnya menghasilkan hasil yang manis. Gelar juara dunia yang diraih Luthfi bersama Dian menjadi bukti nyata dari konsistensi latihan serta pengorbanan yang telah dilalui. Pencapaian ini dipersembahkan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa memberikan dukungan moral maupun teknis.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena gelar juara dunia ini diraih melalui proses serta perjuangan yang tidak mudah.Keberhasilan ini kami persembahkan untuk Indonesia, kedua orang tua, tim pelatih, tim pendukung, serta seluruh suporter yang terus memberikan doa dari awal hingga akhir. Terima kasih juga kepada klub tercinta kami, PB Djarum, yang telah mendukung perjalanan karier kami hingga mencapai titik ini,” ujar Dian.
Keberhasilan menumbangkan pasangan kuat asal Tiongkok, Feng Yi Lang/Li Meng Han, membutuhkan kesiapan mental yang sangat solid dari Lutfi/Dian. Lutfi mengatakan pendekatan psikologis yang diterapkan oleh tim pelatih terbukti ampuh dalam meredam tekanan besar di partai final. Hasilnya, pasangan ini mampu tampil lepas tanpa terbebani status lawan yang menghadap di lapangan.
“Sejak awal, pelatih selalu mengingatkan kami untuk menikmati pertandingan dan tidak terlalu memikirkan nama besar lawan. Kami diminta fokus menjalankan strategi, menjaga komunikasi, serta berusaha memberikan penampilan terbaik di setiap reli. Pelatih menumbuhkan kepercayaan diri bahwa setiap pasangan memiliki peluang yang sama, sehingga kami bisa bermain lepas. Berhasil mengatasi tekanan dalam perebutan poin-poin akhir juga menjadi kunci keberhasilan kami. Berusaha meraih fokus satu demi satu poin serta menjaga komunikasi agar tidak terbebani oleh papan skor. Meskipun tekanannya sangat tinggi, kami tetap percaya dengan potensi masing-masing hingga pertandingan benar-benar selesai,” jelas Lutfi.
Berikut rincian penghargaan yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada Juara World Junior Championships 2026:
Radithya Bayu Wardhana – Juara Tunggal Putra senilai Rp45 juta
Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti – Juara Ganda Campuran senilai Rp60 juta
Tim Manajer BWF World Junior Championships 2026 – Eskar Denantara senilai Rp25 juta
Kepala Pelatih Tunggal Putra – Wiempie Mahardi bernilai Rp25 juta
Kepala Pelatih Ganda Campuran – Muhammad Rijal bernilai Rp25 juta
Asisten Pelatih Tunggal Putra – Ihsan Maulana Mustofa senilai Rp10 juta
Asisten Pelatih Ganda Campuran – Hendra Mulyono senilai Rp10 juta










