Sports Arena – Pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League Bandung yang diselenggarakan di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Jawa Barat pada Sabtu (16/5), menyajikan pertarungan sengit di kategori U-15. Mojang Priangan sukses menyegel gelar juara usai mengalahkan Setia Srikandi 4-0. Sementara pada U-18, Akademi Persib Bandung keluar sebagai kampiun setelah berhasil mengumpulkan 40 poin sepanjang liga yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS ini bergulir.
Dalam laga penutup sektor U-15, Mojang Priangan benar-benar mendominasi jalannya permainan atas Setia Srikandi. Bahkan saat laga baru berjalan dua menit, Mojang Priangan langsung membuka keunggulan berkat gol yang diciptakan Nayla Aulianti melalui sundulan. Gol cepat tersebut membuat Mojang Priangan semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan.
Dominasi Mojang Priangan kembali berbuah gol pada menit ke-18. Lagi-lagi Nayla Aulianti mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan situasi bola lambung di depan gawang, Nayla sukses memenangkan duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang lawan untuk membawa timnya unggul 2-0.
Keunggulan dua gol membuat permainan Mojang Priangan semakin nyaman. Mereka terus menguasai lini tengah dan mampu menjaga intensitas serangan hingga menit-menit akhir babak pertama. Pada menit ke-24, Mojang Priangan mendapatkan hadiah penalti. Ranna Dzakira Silva yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penalti yang dilepaskannya gagal dibendung kiper Setia Srikandi dan sekaligus menutup timnya di babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Memasuki babak kedua, Mojang Priangan tidak mengendurkan serangan. Mereka tetap tampil disiplin dan terus mencari peluang tambahan gol. Sementara Srikandi berusaha memperbaiki permainan dan mencoba menekan melalui serangan balik cepat. Mojang Priangan akhirnya kembali menambah keunggulan pada menit ke 44. Fathin Rafifa Rabbani berhasil mencetak gol keempat timnya setelah tendangan yang dilepaskannya meluncur mulus ke dalam gawang Srikandi. Gol tersebut sekaligus menutup pesta kemenangan Mojang Priangan dengan skor akhir 4-0.
Kemenangan Mojang Priangan atas Setia Srikandi membuat mereka menyegel gelar juara meskipun rival terberat mereka, Goal Aksis menang 2-0 SSB Pindad. Meski sama-sama mengoleksi 46 poin, Mojang Priangan lebih unggul dalam perolehan gol dengan Goal Aksis, 91 berbanding 55.
Head Coach Mojang Priangan, Imam Sujagad, mengaku senang dapat membantu timnya menjadi juara. Ia menilai keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras dari para pemain yang sudah berjuang maksimal selama liga bergulir. Konsistensi mencetak gol di setiap pertandingan juga menjadi kunci Mojang Priangan menyabet gelar juara.
“Alhamdulillah untuk hasil pertandingan liga di pekan terakhir, kami bisa memaksimalkan dengan agregat gol. Karena poin kami sama, saling kejar-mengejar, tapi kami tekankan ke pemain untuk cetak gol. karena sejak awal kami menyadari persaingan luar biasa ketatnya. Kami tidak melihat papan bawah ataupun papan tengah, semua memperbaiki dan selalu mengevaluasi sehingga tim-tim yang ada di sini semakin bagus di setiap laga,” ucap Imam.
Sementara itu, Kapten Kapten Mojang Priangan, Nayla Aulianti, bangga kerja keras ia dan rekan-rekannya selama liga bergulir mendapatkan hasil yang maksimal. “Saya merasa bangga karena latihan keras yang sudah saya lakukan bisa membuahkan hasil untuk tim menjadi juara. ke depan saya ingin berusaha dan kembali menjadi juara lagi,” ucap Nayla.
Adapun di kategori U-18, Akademi Persib Bandung keluar sebagai juara setelah memuncaki klasemen akhir dengan torehan 40 poin usai mengandaskan Goal Aksis dengan skor 3-1. Sempat tertinggal lebih dulu, Akademi Persib Bandung berhasil membalikkan keadaan di babak kedua berkat tiga gol yang diciptakan Keyra Az-zahra (43), Dwi Aprilia Harahap (65), dan Fatima Isya Daud (68).
Head Coach Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, merasa senang timnya bisa menjadi juara di ajang ini. Namun, ia juga mencatat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di kompetisi selanjutnya. “Di babak pertama kami harus lebih siap ketika sudah berada di lapangan. Jangan sampai kendor di awal. Tadi mereka belum siap untuk bertanding, jadi nanti mungkin kedepannya kami harus lebih siap dari menit awal sampai menit akhir, dan benar-benar harus fokus,” ucap Dian.
Selain mendapatkan trofi juara, para kampiun kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sedangkan runner-up memperoleh uang pembinaan Rp20 juta.
HYDROPLUS Soccer League diselenggarakan di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Surabaya dan Kudus sejak Oktober 2025. Diikuti oleh 50 tim U-15 dan 27 tim U-18, liga sepak bola putri ini merupakan wadah kompetitif berjenjang yang dirangkai oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Di level usia yang lebih dini, terdapat MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dengan menyasar U-8, KU 10 dan KU 12.
Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menuturkan kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan dan keterampilan mengolah si kulit bundar. Kehadiran liga ini juga menjadi ruang kompetitif dan terstruktur bagi para pemain muda perempuan agar terus berkembang dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional.
“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan HYDROPLUS Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Liga ini juga penting untuk para atlet karena dapat menjadi jembatan bagi pesepakbola putri sebelum mereka masuk ke level senior. “Saat ini, HYDROPLUS Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elit yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” Teddy menjelaskan.
Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yang memboyong serta skuad Timnas Putri Senior untuk menyaksikan pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Sebab para pemain mendapatkan jam terbang dan mengasah kemampuannya saat bertanding di atas lapangan. Pengalaman inilah yang bisa memberikan dampak positif untuk kepentingan Timnas Putri Indonesia di masa mendatang.
“Saya sangat terbantu karena kehadiran HYDROPLUS Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakan agar bisa lebih baik kedepannya. Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut perkembangan mereka dan semoga kelak dapat mengisi skuad Timnas Indonesia di masa mendatang,” tandas Satoru Mochizuki.
Tanggapan positif terhadap gelaran HYDROPLUS Soccer League juga datang dari Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri kartini. Ia merasa puas melihat aksi-aksi pemain yang bertanding karena sudah memiliki kemampuan permainan cukup baik. Bahkan, Shafira melihat ada beberapa pemain yang sudah di atas rata-rata dan layak masuk ke Timnas Indonesia.
“Saat saya waktu berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.
Beberapa bakat yang mencuri perhatian sepanjang gelaran HYDROPLUS Soccer League di Bandung ialah Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan. Keduanya merupakan pemain andalan tim Goal Aksis yang juga jebolan dari MilkLife Soccer Challenge Bandung. Performa impresif keduanya membawa Amanda dan Kazumi dipilih oleh pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann mengikuti Training Camp di Clairefontaine, Prancis.
Selain Amanda dan Kazumi, HYDROPLUS Soccer League juga melahirkan talenta-talenta muda lainnya yang terus berkembang, salah satunya adalah Nafeeza Ayasha Nori. Pemain yang aktif berkompetisi bersama tim Mojang Priangan itu bahkan ketika berusia 14 tahun pernah dipercaya memperkuat tim Filipina, Makati FC.
Usai memenangi gelar HYDROPLUS Soccer League Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung meraih tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan juara dan runner up U-15 dan U-18 dari empat kota penyelenggaraan yakni Surabaya, Jakarta, dan Kudus.
Daftar pemenang HYDROPLUS Soccer League Bandung:
Kategori Usia 15
Juara : Mojang Priangan
Runner Up : Goal Aksis
Top skor : Syabilla Khanaya Ardianto (Mojang Priangan) – 19 Gol
Best Goalkeeper : Elbian Defika Aryasatya (Goal Aksis)
Best player : Raisya Novita Amalia (Mojang Priangan)
Kategori Usia 18
Juara : Akademi Persib Bandung
Runner-up : Putri Garut
Top skor : Diana Annisa Rahmawati (Putri Garut) – 15 Gol
Best Goalkeeper : Gadhiza Asnanza (Akademi Persib Bandung)
Best player : Sucy Kanya Sholehah (Akademi Persib Bandung)











