Sports Arena – Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo merasa kecewa dan emosi dengan YZR-M1 yang tidak bisa kompetitif pada MotoGP Italia kemarin.
Akibat performa motor yang melempem itu, Quartararo hanya bisa finis ke-11 secara keseluruhan.
Hasil ini jelas jauh dari kata memuaskan karena Quartararo tidak bisa memberi perlawanan sama sekali kepada rival-rivalnya.
Berita Terkini
- Liverpool Siap Tikung Real Madrid Demi Kylian Mbappe
- Sisi Lain Nikola Jokic, MVP NBA Pencinta Kuda
- Pevoli Cantik, Yolla Yuliana Berpotensi Main di Liga Voli Luar Negeri
Setelah kurang bisa kompetitif pada lima seri perdana pada musim 2023, Fabio Quartararo tentu berharap bisa bangkit di GP Italia.
Mirisnya, El Diablo lagi-lagi bermasalah dengan YZR-M1 sehingga tidak bisa kompetitif.
“Hasil tahun lalu bahkan lebih baik. Ini jelas bukan yang kami inginkan. Kami mengambil satu langkah maju dan saat berikutnya kami mundur selangkah,” kata Quartararo.
“Kami mencoba untuk meningkatkan, tetapi kami tidak pernah benar-benar menemukan solusi,” jelasnya lagi.
“Ini sangat berat. Dengan ban medium, saya tak punya sensasi baik yang saya harapkan. Namun, andai pakai ban lunak, saya juga takkan bisa mengendalikan balapan. Jadi, saya turun balapan dengan ban medium, tetapi langsung kehilangan rasa percaya diri,” ujar Quartararo dilansir Crash.
“Mustahil melakukan perbandingan antara M1 2021 dan M1 yang sekarang, karena jika Anda memakai setup yang sama, motor kami berperilaku berbeda. Sudah jelas dengan setup M1 2021 catatan waktu saya dalam balapan lebih baik daripada sekarang. Namun, kini kami ada di era berbeda dan segalanya makin sulit,” pungkasnya.
Saat ini, Fabio Quartararo berada di posisi 8 klasemen sementara MotoGP dengan raihan 54 poin. Dia tertinggal 77 poin dari Francesco Bagnaia yang berada di posisi pertama.