Sports Arena – Formula One (F1) 2022 menjadi musim terburuk bagi Mercedes sejak 2013 lalu. Pabrikan asal Jerman harus bergelut dengan problem porpoising (gerak memantul) yang menghambat kinerja mobil W13. Akibatnya Lewis Hamilton dan George Russell tertinggal dari para wakil Ferrari dan Red Bull Racing
The Silver Arrows lalu membuat beberapa kemajuan jelang akhir tahun, namun hanya bisa benar-benar cepat dalam balapan tertentu. Russell kemudian sukses mempersembahkan kemenangan semata wayang untuk tim di GP Brasil.
Mantan pebalap jet darat, Karun Chandhok, pun memprediksi mobil Mercedes akan memiliki perubahan signifikan saat mengikuti tes pra-musim F1 2023 di Bahrain.
“Mereka salah konsep, mereka sangat terbuka tentang itu. Bagi saya, salah satu hal yang paling menarik ketika kita semua pergi ke tes pramusim Bahrain tahun depan, seperti apa tampilan Mercedes 2023?” ucapnya dikutip dari Crash.
“Karena dari mobil-mobil yang sudah berjalan tahun ini, merekalah yang akan terlihat sangat berbeda. Red Bull akan menjadi sebuah evolusi, Ferrari akan menjadi sebuah evolusi, tetapi mereka harus sangat berbeda untuk membuatnya bekerja,” ia melanjutkan.
Sementara itu bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui tim pimpinannya paling kesulitan dalam mengatasi porposing dibanding tim-tim rival.
“Karena kami salah. Bahkan orang terbaik pun bisa salah. Asumsi saya tentang mengapa sebuah tim akan berfungsi – yang saya pelajari di masa Williams – adalah bahwa Anda harus memiliki infrastruktur yang tepat, sumber daya keuangan, pengemudi yang baik, mesin yang kuat, organisasi yang tepat, dan waktu yang cukup untuk mewujudkannya,” kata pria asal Austria itu.
“Bahan-bahan ini akan memastikan bahwa Anda kompetitif. Menang bisa menjadi sesuatu yang lain, dan memenangkan kejuaraan adalah hal yang berbeda, tapi kami memiliki semua itu. Kami tidak tiba-tiba menjadi bodoh setelah memenangkan kejuaraan konstruktor musim lalu dan kemudian kesulitan di bulan Maret (musim 2022),” imbuhnya.
“Sangat mudah – kami salah konsep. Kami meremehkan efek saat menjalankan mobil sangat rendah dan yang lain melakukan pekerjaan yang lebih baik,” tutup Wolff.