Sports Arena – Mantan bintang sepakbola Maroko, Mustapha Hadji dijatuhkan hukuman oleh organisasi sepakbola Confederation of African Football (CAF) setelah dinyatakan bersalah melakukan pemalsuan lisensi kepelatihan.
Pria berusia 51 tahun itu dilarang mengikuti semua aktivitas berkaitan dengan sepakbola selama lima tahun oleh komite disiplin CAF karena memalsukan sertifikat kepelatihannya.
Hadji, yang meraih gelar 1998 African Player of the Year, ikut membela Maroko dalam Piala Dunia 1994 dan 1998. Dia menjadi asisten pelatih timnas Maroko dari tahun 2014 sampai awal tahun ini.
Bekas pemain tengah Coventry City dan Aston Villa itu menolak mengatakan apakah akan mengajukan banding atau tidak keputusan tersebut, lansir BBC (23/12).
Panel disiplin CAF mencatat bahwa setelah penyelidikan, dipastikan bahwa sertifikat lisensi ‘A’ atas nama Mustapha Hadji dipalsukan dan bahwa dia tidak pernah mendaftar untuk pelatihan Lisensi A dan tidak ada sertifikat yang dikeluarkan kepadanya oleh federasi ini,” kata Raymond Hack, ketua komite disiplin CAF, dalam sebuah pernyataan.
“Pemalsuan adalah pelanggaran serius yang merusak nilai dan prinsip etika CAF.“Setelah mencermati semua unsur yang ada, majelis disiplin menilai pelanggaran yang dilakukan oleh Mustapha Hadji berpeluang mencederai kredibilitas institusi-institusi pengatur sepakbola, termasuk CAF, sehingga harus diberi sanksi selayaknya.”
Dilahirkan di Maroko tetapi dibesarkan di Prancis, Hadji menolak kesempatan untuk mewakili Prancis di level muda dan memilih bermain untuk tanah airnya di Afrika Utara.
Bekas bintang Atlas Lions itu memulai kariernya di klub Nancy di Prancis sebelum merumput bersama Sporting Lisbon di Portugal, dan di klub Spanyol Deportivo La Coruna. Dia kemudian mencoba peruntungannya di Liga Primer Inggris bersama klub Coventry dan Aston Villa dari 1999 sampai 2004.
Penampilan Hadji pada 1998 di Africa Cup of Nations dan World Cup menghasilkan penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika pada tahun itu.
Setelah pensiun pada tahun 2010, ia mengambil peran sebagai asisten manajer di klub Qatar Umm Salal.Dia kemudian menjabat sebagai asisten pelatih nasional Maroko Badou Zaki (2014-2016), Herve Renard (2016-2019) and Vahid Halilhodzic (2019-2022).