Sports Arena – Sebuah perusahaan yang berlokasi di Amsterdam, Belanda, berbasis Teknologi Informasi yang diusung oleh Forward Football. Forward Football yang merupakan perusahaan pengembang teknologi terkini bernama technoleon, mendukung perkembangan sepakbola modern yang dipaparkan dalam acara jumps pers garapan Md8Football, pada Kamis (23/2), di Serenia Mansion Sports Club, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta.
Forward Football berkomitmen untuk membuat sepakbola lebih baik melalui kerja sama dengan klub, akademi dan asosiasi sepakbola melalui pendekatan teknologi High End terbaru dan didukung dengan pengembangan teknologi Artificial Intelligence untuk mengolah jutaan data yang masuk dari seorang atlet sepakbola.
Melalui pendekatan science untuk mengetahui performa pemain melalui segi taktikal, kognitif, visual, mental dan performa fisik yang bisa digunakan atlet dari level pemula sampai level profesional.
Terkini:
- Lima Wakil Indonesia Jadi Unggulan All England 2023
- Iga Swiatek Kukuhkan Posisi di Peringkat 1 Dunia
- Bobby Nasution: Offroad Bukan Sekedar Hobi, IOF Sesuai dengan Hati
Technoleon
Technoleon merupakan aplikasi yang dibangun untuk menyimpan segala data performa pemain yang sudah direkam sebelumnya dan disimpan dalam sebuah data poenyimpanan Cloud.
Dengan kecanggihan Artificial Intelligence (AI) aplikasi ini dapat dianalisa kapanpun dan dimanapun dan juga dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan klub atau akademi.
Data-data didapat dari LPM System diolah dan diberikan prediksi oleh AI untuk memberikan kesimpulan kepada pelatih dalam mengambil keputusan.
Local Positioning Measurement (LPM) System
Local Positioning Measurement (LPM) System adalah sebuah tracker yang sangat akurat hingga satuan centimeter dikarenakan menggunakan berbagai sumber data dengan frekuensi Bluetooth (30% lebih akurat dari GPS tracker biasa).
Transmiter ini memancarkan sinyal yang berasal dari tiang-tiang yang dipasang di lokasi, bola khusus Forward Football yang juga terdapat pemancar dan dari deker protektor kaki yang terdapat chip pemancar di dalamnya.

Menurut Beer Flik yang merupakan Founder Forward Football, kelebihan dari Forward Football yang berbasis GPS mampu merekam lebih banyak variabel data, berbeda dengan produk lain yang memiliki keterbatasan.
“Sebagian besar peralatan tracker ini di produksi berbasis GPS (Satelit) sehingga dapat dipastikan akan terjadi sedikit deviasi sampai dengan 2-3 meter atau 5-10%. Selain itu peralatan yang banyak digunakan hanya dapat menarik data-data tertentu (hanya terbatas) sedangkan produk dari Forward Football melalui LPM ini dapat merekam lebih banyak variabel data. Sehingga memudahkan pelatih dalam menentukan pemain mana yang cukup fit untuk pertandingan tertentu,” kata Beer Flik yang merupakan Founder Forward Football.
Berdasarkan teknologi yang diterapkan di pasar Eropa, Forward Football telah dipercaya untuk merekam seluruh data-data dari beberapa akademi di Belgia dan Belanda.
“Forward Football telah dipercaya untuk merekam seluruh data-data dari beberapa akademi di Belgia dan Belanda yang mana akademi-akademi tersebut banyak meloloskan pemainnya ke Liga profesional negara-negara eropa,” tegas Flik.
“The Perfect Choice merupakan pilihan banyak klub dan akademi di Eropa untuk dapat secara kontiniu memonitor peningkatan skill pemainnya Ketika dalam tekanan (under pressure) pada sebuah pertandingan karena dari data-data tersebut kita bisa mengetahui level pemain tersebut,” tambah Flik.
Di Indonesia Sendiri, Forward football dapat diterapkan sebagaimana mestinya. Demi membantu perkembangan sepakbola di Negeri ini yang sangat membutuhkan dukungan teknologi.
“Forward Football dapat membawa seluruh teknologinya ke Indonesia dengan bantuan partner lokal kita Md8Football di Indonesia. Secara bertahap produk-produk tersebut dapat mengidentifikasi masalah dan dari pengembangan pemain di Indonesia dari mulai level pemula hingga level profesional,” terang Sydney Audri selaku Founder Md8Football.
“Maka dari itu kunjungan ke Indonesia saat ini untuk melakukan survey terhadapa Industri sepakbola di Indonesia dan untuk lebih jelas tentang apa yang paling dibutuhkan sepakbola Indonesia di setiap levelnya. Pada kunjungan kali ini rencananya kita akan mengunjungi beberapa: klub liga 1, SSB, Akademi sepakbola dan PT Liga Indonesia Baru,” pungkas Audri.