Sports Arena – Chelsea akhirnya mengakhiri spekulasi manajer baru usai menunjuk Liam Rosenior untuk menempati posisi tersebut. Keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah pemecatan Enzo Maresca.
Pengumuman resmi disampaikan melalui situs klub pada Selasa (6/1). Rosenior diikat kontrak jangka panjang, menegaskan ambisi Chelsea untuk kembali menapak jalur kesuksesan baik di kancah domestik maupun Eropa.
“Chelsea Football Club dengan senang hati mengumumkan penunjukkan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala tim utama pria kami,” tulis pernyataan resmi klub.
Berita Terkini:
- Daftar Lawan Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026
- Aprilia Pasang Target Tinggi untuk Hentikan Laju Ducati
- Jordi Cruyff Resmi Jadi Dirtek Ajax, Tetap Rangkap Jabatan di PSSI
“Pelatih berkebangsaan Inggris itu telah menandatangani kontrak yang membuatnya akan berkarier di klub ini hingga tahun 2032 silam.”
Rosenior menyatakan rasa terima kasih dan kegembiraannya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk membawa Chelsea meraih prestasi dan memulihkan reputasi klub.
“Saya merasa sangat terhormat ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea Football Club. Klub ini memiliki jiwa yang unik dan juga sejarah yang luar biasa dalam memenangkan trofi juara,” kata Rosenior.
“Mendapatkan kepercayaan untuk pekerjaan ini sangat berarti kepada saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mempercayakan pekerjaan ini kepada saya, dan saya akan memberikan segalanya agar tim ini mendapatkan kesuksesan yang layak didapatkan,” lanjutnya.
Meski demikian, tantangan Rosenior sudah menanti. Chelsea akan menghadapi Fulham di Liga Primer tengah pekan ini, namun kemungkinan besar ia belum akan terlibat dalam persiapan tim. Debutnya diperkirakan terjadi pada laga Piala FA melawan Charlton akhir pekan ini.
Sebelum ke Chelsea, Rosenior menukangi Strasbourg di Ligue 1, klub yang memiliki hubungan dekat dengan The Blues karena sama-sama berada di bawah kepemilikan konsorsium BlueCo. Di bawah arahannya, Strasbourg sempat menjadi kuda hitam di Ligue 1, meski performa tim belakangan menurun.
Adanya tekanan tinggi membuat Rosenior dituntut menyeimbangkan ekspektasi suporter Chelsea yang besar, memulihkan performa tim, dan mengangkat kembali moral pemain. Keputusan manajemen memilihnya menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan Rosenior memimpin tim dalam periode yang krusial ini.
Chelsea kini menatap masa depan dengan pelatih baru di kursi panas Stamford Bridge, berharap Rosenior mampu mengembalikan kejayaan yang sempat memudar.
Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Sports Arena, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Twitter dan TikTok.












