Sports Arena – Pemilihan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia membuka babak baru dalam arah pembangunan sepak bola nasional. Pria asal Inggris itu diproyeksikan menjadi motor utama proyek jangka panjang PSSI dalam meningkatkan daya saing skuad Garuda di level internasional.
Herdman menyambut peran barunya dengan keyakinan tinggi. Ia menilai Indonesia memiliki karakter yang tidak asing baginya, terutama setelah pengalamannya membangun Timnas Kanada dari fase awal hingga mampu menembus Piala Dunia.
Pandangan Herdman, Indonesia mempunyai fondasi yang mirip dengan Kanada, mulai dari luasnya basis pemain lokal, besarnya antusiasme publik terhadap sepak bola, hingga potensi memaksimalkan peran pemain diaspora yang selama ini terus dikembangkan.
Berita Terkini:
- Daftar Lawan Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026
- Aprilia Pasang Target Tinggi untuk Hentikan Laju Ducati
- Jordi Cruyff Resmi Jadi Dirtek Ajax, Tetap Rangkap Jabatan di PSSI
Penilaian tersebut menjadi salah satu alasan utama Herdman menerima tawaran PSSI. Ia menggambarkan proyek Timnas Indonesia sebagai tantangan yang sarat energi dan ambisi.
“Ini adalah soal menemukan proyek yang tepat, satu hal bahwa Anda bisa merasakan passion dan intensitas dari para fans. Ini hampir sama dengan yang saya alami di Kanada, termasuk komitmen federasinya,” kata Herdman dikutip dari Canadian Press News.
Lebih lanjut, Herdman merasa Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang karena perpaduan pemain lokal dan keturunan yang terus dimaksimalkan oleh federasi.
“Negara besar, banyak potensi dari pemain lokal tetapi ada juga kemampuan untuk merekrut pemain keturunan (diaspora) di mana hal ini juga sudah mereka lakukan,” tambahnya.
PSSI secara resmi mengumumkan Herdman menjadi nakhoda Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sosok berusia 50 tahun itu diikat kontrak jangka panjang dengan skema dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun.
Selain menangani tim senior, Herdman juga dipercaya memimpin Timnas Indonesia U-23. Penunjukan ganda ini menegaskan peran strategisnya dalam membangun kesinambungan prestasi dari level usia muda hingga tim utama.
Keseriusan Herdman terlihat dari keputusannya untuk menetap di Indonesia selama masa kontraknya. Ia menilai kehadiran langsung di lingkungan sepak bola nasional akan mempermudah proses adaptasi dan pengenalan pemain.
Bagi Herdman, pemahaman terhadap budaya lokal menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan tim. Ia meyakini pendekatan tersebut dapat menciptakan kepercayaan serta kebersamaan di dalam skuad.
“Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya untuk menciptakan hubungan itu,” ucapnya.
Melalui pendekatan menyeluruh tersebut, Herdman diharapkan mampu meletakkan fondasi kuat bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi agenda besar ke depan, termasuk persaingan di kawasan Asia dan target jangka panjang menuju Piala Dunia.
Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Sports Arena, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Twitter dan TikTok.











