Sports Arena – Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia biliar. Indonesia International Open (IIO) 2026 dipastikan bergulir pada 29 Juni hingga 4 Juli mendatang di Pro Billiard Center (PBC), Pusat Pelatihan Nasional PB POBSI yang berlokasi di iNews Tower, Jakarta.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, turnamen ini kembali digelar melalui kolaborasi antara Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Predator, dan Pro Billiard Center (PBC). Ajang tersebut kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu turnamen biliar internasional paling bergengsi di Asia Tenggara.
Tahun ini, Indonesia International Open akan mempertandingkan kategori Men’s 10-Ball Open dengan total hadiah mencapai USD100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar. Sebanyak 128 atlet dari lebih dari 20 negara dijadwalkan ambil bagian dalam persaingan yang berlangsung selama enam hari tersebut.
Berbeda dari edisi sebelumnya yang mempertandingkan beberapa nomor sekaligus, penyelenggara memilih fokus pada satu kategori utama. Langkah ini diharapkan menghadirkan persaingan yang lebih ketat sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi di level internasional.
Sejumlah pebiliar terbaik Indonesia dipastikan tampil membela Merah Putih. Nama-nama seperti Irsal Nasution, Edward Koyongian, Erwin Azhar, Andri, hingga Albert Januarta akan berusaha bersaing dengan deretan pemain elite dunia.
Dari jajaran peserta internasional, salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Carlo Biado asal Filipina. Juara Dunia WPA World 9-Ball Championship 2017 itu dikenal sebagai salah satu pebiliar tersukses Asia dalam satu dekade terakhir.
Selain Biado, turnamen juga akan diramaikan oleh Mikhail Chinakhov dari Rusia. Mantan juara dunia junior tersebut merupakan salah satu pemain papan atas yang konsisten tampil kompetitif di berbagai turnamen internasional. Sementara itu, pebiliar Spanyol Jose Alberto Hernandez juga telah memastikan keikutsertaannya di Jakarta.
Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, menilai kehadiran para pemain kelas dunia akan memberikan manfaat besar bagi atlet nasional.
“Tahun ketiga penyelenggaraan Indonesia International Open menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tuan rumah turnamen biliar internasional. Kehadiran para pemain top dunia memberikan kesempatan berharga bagi atlet-atlet Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding, mengukur kemampuan di level tertinggi, serta memperoleh poin ranking internasional,” ujar Fadil.
Menurutnya, kerja sama antara PB POBSI, Predator, dan PBC juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga biliar di Asia.
Hal senada disampaikan Tournament Director Indonesia International Open 2026, Melvin Chia. Ia melihat perkembangan signifikan sejak turnamen pertama kali digelar pada 2024.
“Dalam dua tahun terakhir, kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dari sisi partisipasi dan antusiasme komunitas biliar. Kami yakin Indonesia International Open akan terus berkembang menjadi salah satu turnamen biliar internasional terkemuka di Asia Tenggara,” kata Melvin.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Indonesia International Open 2026 juga diharapkan memberi dampak positif terhadap sektor sport tourism. Lokasi pertandingan yang berada di pusat Jakarta dinilai memudahkan atlet, ofisial, maupun penggemar olahraga dari berbagai negara untuk menikmati pertandingan sekaligus mengeksplorasi destinasi wisata ibu kota.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, Indonesia International Open berhasil menarik lebih dari 10.000 penonton yang hadir langsung di venue. Selain itu, turnamen tersebut juga mencatat lebih dari satu juta tayangan melalui berbagai platform digital.
Rangkaian Indonesia International Open 2026 akan diawali dengan babak kualifikasi pada 29-30 Juni, sebelum memasuki main event yang berlangsung pada 1-4 Juli 2026. Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui RCTI+ dan Vision+, sementara laga final akan disiarkan secara langsung oleh GTV.
Dengan hadirnya para juara dunia dan pemain elite internasional, Indonesia International Open 2026 kembali menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet Tanah Air untuk mengukur kemampuan sekaligus bersaing di level tertinggi tanpa harus meninggalkan Indonesia.











