• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Sports Arena
Advertisement
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment
No Result
View All Result
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment
No Result
View All Result
Sports Arena
No Result
View All Result
Home FOOTBALL

Jabatan di PSSI Bukan Door Prize, KLB PSSI Sajikan Sandiwara

February 20, 2023
in FOOTBALL, FOOTBALL NASIONAL
0
Jabatan di PSSI Bukan Door Prize, KLB PSSI Sajikan Sandiwara

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan jajarannya. (PSSI)

Share on FacebookShare on Twitter

Sports Arena – Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang sudah usai, dan menghasilkan kepemimpinan baru, Erick Thohir sebagai Ketua Umum didampingi Ratu Tisha dan Zainudin Amali sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) memang luar biasa.

Drama demi drama tersaji di situ secara benderang, tak hanya di depan 87 pemilik suara (voter) tapi juga perwakilan FIFA dan AFC. Belum diketahui apakah wakil FIFA dan AFC terkejut, bingung atau malahan takjub.

“Drama awal sudah membuat takjub, yakni hilangnya suara voter pada pemilihan Waketum secara ghoib yang belum terpecahkan hingga saat ini, jangan jangan penghitungan ketua umum juga dagelan itu,”ujar Johannes Sugianto, pengamat sepakbola, Sabtu (18/2).

Terkini:

  • Telak! Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI
  • NBA Three Point Contest Diramaikan 8 Penembak Jitu
  • Perkenalkan! Lexyndo Hakim, CdM SEA Games Kamboja 2023

Semestinya, kata Yo, panggilan akrabnya, sebelum dilakukan pemilihan ulang Waketum PSSI melakukan investigasi kenapa bisa terjadi suara hilang. Tidak susah sebenarnya jika ada niat baik, karena sudah jelas ada petugas penghitungan suara, ada kertas yang dicoblos, ada saksi-saksi.

Kenapa hal itu sangat penting diungkap dan ditindaklanjuti, karena adanya pemilihan ulang jelas bahwa semua menyepakati bahwa memang terjadi manipulasi suara. Dan ini bukan perkara sepele, karena terjadi di sebuah kongres yang merupakan lembaga tertinggi suatu organisasi.

Karena pengusutan itu tidak dilakukan, semestinya Ketua Umum terpilih dalam pidatonya atau saat memberikan keterangan pers, menyatakan keprihatinannya dan akan mengusut tuntas terjadinya kecurangan itu, jika tidak mau menyebut itu sebagai tindakan manipulasi.

Sayangnya hal itu tidak dilakukan hingga saat ini, setidaknya dari berbagai pernyataan setelah KLB PSSI itu selesai. Adanya manipulasi suara itu harus diungkap dan mendapat hukuman. Suporter melempar botol plastik saja klub yang kena denda puluhan juta.

Drama berikutnya yang tak kalah menarik adalah pengunduran diri Yunus Nusi sebagai Waketum yang mendapat suara terbanyak kedua setelah Ratu Tisha dalam pemilihan ulang.

Alasannya juga menggelikan yakni merasa tidak pantas dibandingkan dengan Zainudin Amali yang seorang Menteri dan nyungsep perolehan suaranya dalam pemilihan ulang (dari 66 suara menjadi 44 suara-red).

Menjadi pertanyaan, lanjut Yo Sugianto, apakah Yunus Nusi tidak akan mundur jika yang berada di peringkat ketiganya bukan Amali tapi 13 orang yang juga jadi calon Waketum, dan tidak menyandang jabatan menteri?. Mereka antara lain Gede Widiade, Hasani Abdulgani, Hasnuryadi Sulaiman, Syauqi Soeratno.

Begitu Yunus mundur, Amali ditetapkan sebagai penggantinya. Sayangnya hal ini tidak diprotes oleh para voter, karena semestinya dilakukan pemilihan ulang kedua, bukannya sistem urut kacang. Tidak ada jaminan Amali akan mendulang suara terbanyak di luar Ratu Tisha dan Yunus Nusi jika ada pemilihan ulang kedua.

Drama lagi, masih dalam KLB yang berlangsung, ketergesaan PSSI mengumumkan Amali sebagai Waketum 1 dan Ratu Tisha Waketum 2. Padahal sudah jelas, Amali menggantikan Yunus yang mendapat peroleh suara terbanyak kedua, di bawah Ratu Tisha.

Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI, Amir Burhanuddin menjelaskan bahwa Amali dapat melampirkan dokumen yang sah terkait keaktifan di Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Gorontalo dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Boalemo. Namun tidak disebutkan tahun berapa Amali berkecimpung di Asprov dan Askab itu.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir hendaknya tidak mengesampingkan apa yang terjadi di KLB 16 Februari 2023, terutama pemilihan ulang Waketum dengan drama berikutnya.

Perlu dipikirkan aturan yang melengkapi proses pemilihan pengurus PSSI di masa mendatang, belajar dari kasus pengunduran diri Yunus Nusi dan system urut kacang tersebut. Jangan lagi ada Waketum yang dibukakan jalan, menerima jabatan dengan gratis oleh orang lain. Jabatan Waketum bukanlah door prize.

Tags: Erick ThohirJohannes SugiantoPSSIZainudin Amali
Previous Post

IOF Punya Tagline ‘Unity and Humanity’, Joko Permana Beri Wejangan!

Next Post

Penyelesaian Akhir Masih Jadi PR Shin Tae-yong

Next Post
Hajar Brunei, Shin Tae-Yong Bingung Harus Evaluasi Apa!

Penyelesaian Akhir Masih Jadi PR Shin Tae-yong

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sirkuit Mandalika Resmi Ditunjuk Jadi Salah Satu Venue MotoGP 2024

Sirkuit Mandalika Resmi Ditunjuk Jadi Salah Satu Venue MotoGP 2024

September 29, 2023
PRSI Gelar Lomba Renang Master, Siman Sudartawa Ikutan

PRSI Gelar Lomba Renang Master, Siman Sudartawa Ikutan

May 26, 2023
Dijuluki Jagoan UFC, Inilah 5 Petarung Tak Terkalahkan di Oktagon

Dijuluki Jagoan UFC, Inilah 5 Petarung Tak Terkalahkan di Oktagon

February 4, 2023
Miguel Oliveira Layak Perkuat Tim Pabrikan

Miguel Oliveira Layak Perkuat Tim Pabrikan

January 23, 2023
Joan Mir Realistis Hadapi Debut Bersama Repsol Honda

Joan Mir Realistis Hadapi Debut Bersama Repsol Honda

January 23, 2023
Jumpa pers Indonesia Open 2026

Indonesia Open 2026 Hadir Lebih Modern dengan Teknologi Berkelanjutan

April 14, 2026
MLSC mendapat trofi di PSSI Awards

Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri, MLSC Sabet Gelar PSSI Awards

March 30, 2026
Jumpa pers Titan Run 2026

Rayakan Sedekade, Titan Run 2026 Kembali Hadirkan Tradisi Pesta Durian

March 12, 2026
Selebrasi juara MLSC Seri 2 Jakarta

Laga Ketat dan Juara Baru Warnai MLSC Seri 2 Jakarta & Solo

February 15, 2026
Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026, Ajang Pembinaan Atlet Muda

February 14, 2026

Recent News

Jumpa pers Indonesia Open 2026

Indonesia Open 2026 Hadir Lebih Modern dengan Teknologi Berkelanjutan

April 14, 2026
MLSC mendapat trofi di PSSI Awards

Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri, MLSC Sabet Gelar PSSI Awards

March 30, 2026
Jumpa pers Titan Run 2026

Rayakan Sedekade, Titan Run 2026 Kembali Hadirkan Tradisi Pesta Durian

March 12, 2026
Selebrasi juara MLSC Seri 2 Jakarta

Laga Ketat dan Juara Baru Warnai MLSC Seri 2 Jakarta & Solo

February 15, 2026
Sports Arena

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by sportsarena.id © 2022

No Result
View All Result
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment

All Rights Reserved by sportsarena.id © 2022