• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Sports Arena
Advertisement
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment
No Result
View All Result
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment
No Result
View All Result
Sports Arena
No Result
View All Result
Home FOOTBALL

Strategi Matang dan Pengalaman Bicara di Bina Jaya Cup 2025

July 19, 2025
in FOOTBALL, FOOTBALL NASIONAL
0
Pemain 168 FC, Mevans

Pemain 168 FC, Mevans. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Sports Arena – Turnamen sepak bola tahunan Bina Jaya Cup ke-XXVI 2025 kembali menyita perhatian para pengamat sepak bola nasional. Ajang bergengsi yang menggunakan sistem gugur ini kembali dipenuhi para pemain berlabel nasional, menjadikannya magnet tersendiri di kancah sepak bola akar rumput Indonesia.

Salah satu laga yang mencuri perhatian adalah pertemuan antara 168 FC, tim kuda hitam yang dijuluki “Bombardir”, melawan Dangdut FC di Lapangan Latus Jaya, Kedaung, Pamulang, pada Kamis (17/7).

Pertandingan ini disebut sejumlah pengamat layaknya laga “derby” karena kedua tim dinilai memiliki kekuatan dan strategi yang seimbang. Tak hanya itu, komposisi pemain di kedua tim juga diperkuat oleh sejumlah nama besar, termasuk pemain-pemain nasional dari masa lalu yang kini kembali menunjukkan kualitasnya.

Berita Terkini:

  • Megawati Hangestri Gabung Klub Turki
  • Jadon Sancho Merapat ke Juventus, Rodrygo Dilirik PSG
  • Kebangkitan Novak Djokovic Melangkah ke Perempat Final Wimbledon

Skuad 168 FC, yang memiliki ikatan dengan figur publik berjulukan Dewa Motocross Indonesia, tampil percaya diri menghadapi strategi bertahan Dangdut FC yang sangat disiplin. Strategi gelandang bertahan lawan pun perlahan mulai mereka bongkar dengan serangan cepat dan pergerakan lincah yang sulit dibaca.

Meski sempat berlangsung keras dan bahkan brutal pada babak pertama karena dominasi pemain muda Super League di tubuh Dangdut FC, 168 FC tidak terpancing. Mereka bermain sabar dengan tetap menjaga ritme dan memantau celah.

“Babak pertama menjadi bahan evaluasi,” ujar manajer tim, Jhon Sueb, yang kemudian menginstruksikan perubahan formasi secara total demi mengecoh pertahanan rapat Dangdut FC.

Perubahan tersebut mulai berbuah hasil di babak kedua. Kolaborasi apik antara Gunawan Dwi Cahyo, eks pemain bertahan timnas Indonesia, dan M. Taufik, gelandang asal Tarakan, menjadi kunci serangan 168 FC. Keduanya tampil dominan sebagai playmaker dan mampu mendistribusikan bola dengan baik ke lini depan.

Dominasi penguasaan bola mulai berpihak ke 168 FC. Umpan-umpan panjang dan manuver penyerang sayap membuat lini belakang Dangdut FC kerepotan, terutama saat harus mengawal Mevans, striker andalan 168 FC.

Lewat kombinasi dengan Antonius Tommy, Mevans mencetak gol pembuka 168 FC setelah menerima umpan terukur di zona serang tengah. Kekacauan di lini belakang Dangdut FC terus dimanfaatkan Mevans di menit-menit krusial. Ia kembali terlibat dalam kerja sama apik bersama Amarzuki, pemain yang dijuluki “Si Pitung” dari Persija, dan menampilkan permainan cepat ala “tiki-taka”.

Pertahanan Dangdut FC yang diprediksi akan menyerang balik justru lumpuh di lini belakang. Situasi itu dimanfaatkan Lutfi Kamal, mantan pemain Timnas Indonesia U-19, yang berposisi sebagai inverted winger. Dalam posisi nyaris offside, ia menyundul bola dengan tajam dan menambah keunggulan menjadi 2-0.

Sampai peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tidak berubah. 168 FC pun keluar sebagai pemenang dan mengamankan langkah ke fase berikutnya di Bina Jaya Cup 2025.

“Skema yang dimainkan skuad 168 FC di babak kedua tak hanya sekadar mengunci permainan Dangdut FC, tapi juga memforsir fisik para pemain belakang,” ujar Mevans dan Amarzuki dari ruang ganti.

“Membongkar strateginya tak jauh beda mengulang kisah,” tambah mereka. “Dulu sempat bertanding dengan bapaknya, sekarang berganti lawan anaknya,” sambung dua pemain yang disebut sebagai legenda itu sambil tersenyum.

Kemenangan ini kembali menegaskan pesona 168 FC di mata publik. Komentar pedas dan penuh makna pun terdengar dari tribune penonton.

“Pengalaman justru yang berbicara, menundukkan ego pemain muda. Sebab, pengalaman tak butuh diceritakan, tapi sesekali perlu ditampilkan untuk membungkam lawan!.”

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Sports Arena, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Twitter dan TikTok.

Tags: Bina Jaya Cup 2025Sports Arena
Previous Post

Dua Ganda Indonesia Melaju ke 8 Besar Japan Open 2025

Next Post

Vanenburg Puji Arkhan Fikri dan Lini Belakang Timnas Indonesia U-23

Next Post
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg

Vanenburg Puji Arkhan Fikri dan Lini Belakang Timnas Indonesia U-23

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aryna Sabalenka Berduka, Sang Kekasih Konstantin Koltsov Meninggal Dunia

Aryna Sabalenka Berduka, Sang Kekasih Konstantin Koltsov Meninggal Dunia

March 20, 2024
Butuh Cuci Gudang, Christian Pulisic Puncaki Daftar Jual Chelsea

Butuh Cuci Gudang, Christian Pulisic Puncaki Daftar Jual Chelsea

February 11, 2023
Fajar/Rian Lolos ke 16 Besar Indonesia Open 2023

Fajar/Rian Lolos ke 16 Besar Indonesia Open 2023

June 13, 2023
Damai Itu Indah! Perselisihan Jadon Sancho dan Erik ten Hag Mereda

Damai Itu Indah! Perselisihan Jadon Sancho dan Erik ten Hag Mereda

September 16, 2023
Timnas Indonesia Petik Kemenangan Perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia Petik Kemenangan Perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026

March 22, 2024
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie

Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Jonatan Soroti Kebiasaan Kehilangan Poin

January 10, 2026
Pemain baru Manchester City, Antoine Semenyo

Semenyo ke Manchester City, Peluang Juara Arsenal Terancam

January 10, 2026
Pelatih Persija Jakarta, Mouricio Souza

Hadapi Persib, Persija Fokus Total Raih Kemenangan

January 10, 2026
Para pemain Satria Muda sedang diberi arahan teknis

Satria Muda Fokus Keseimbangan Demi Gelar Juara

January 6, 2026
Kapten Dewa United, Ricky Kambuaya

Dewa United Tumbang di Lampung, Ricky Kambuaya Sorot Kinerja Wasit

January 6, 2026

Recent News

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie

Gagal ke Final Malaysia Open 2026, Jonatan Soroti Kebiasaan Kehilangan Poin

January 10, 2026
Pemain baru Manchester City, Antoine Semenyo

Semenyo ke Manchester City, Peluang Juara Arsenal Terancam

January 10, 2026
Pelatih Persija Jakarta, Mouricio Souza

Hadapi Persib, Persija Fokus Total Raih Kemenangan

January 10, 2026
Para pemain Satria Muda sedang diberi arahan teknis

Satria Muda Fokus Keseimbangan Demi Gelar Juara

January 6, 2026
Sports Arena

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by sportsarena.id © 2022

No Result
View All Result
  • Home
  • Football
    • Internasional
    • Nasional
    • Futsal
  • Basketball
    • Internasional
    • Nasional
  • Badminton
    • Internasional
    • Nasional
  • Fight
    • Internasional
    • Nasional
  • Olympic
    • Internasional
    • Nasional
  • Automotive
  • E-Sports
  • Sportainment

All Rights Reserved by sportsarena.id © 2022